Pengikut

10 Cara Sukses Untuk Minta Naik Gaji Kepada Bos

Berikut ini ada beberapa kesan yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin mendapatkan gaji lebih dari bos.

http://www.cartoonstock.com/lowres/cza0712l.jpg

"Yah, saya berharap sih, Bapak bakal bilang iya"
Lebih baik Anda memberitahu atasan bahwa Anda welcome dengan jawaban "tidak". Perkataan rendah hati macam ini akan menempatkannya pada perasaan yang aman dan tidak merasa terintimidasi untuk 'harus' menaikkan gaji.

Emosional
Kuasai diri! Miliki hati berharap untuk yang terbaik, namun bersiap pula untuk yang terburuk. Datangi atasan dengan sikap hati dan pikiran yang netral, tak perlu berharap terlalu besar, namun juga tak usah takut meminta. Sikap hati yang netral akan membuat Anda siap untuk menerima jawaban apapun tanpa menyebabkan reaksi yang berlebihan.

Tak punya persiapan
Coba cari tahu lebih dulu apa yang menjadi syarat kenaikan gaji di kantor Anda. Setelah itu, temukan pula halangan yang menyebabkan Anda naik gaji. Dengan mengetahui ini semua, Anda setidaknya tahu harus menempatkan diri di mana dan minta kenaikan yang bagaimana. Jika semua syarat telah dipenuhi, maka jangan segan untuk membeberkannya pada atasan dengan singkat, dan minta tanggapannya dengan rendah hati.

Menyuap/ merayu/ membual
Cara kotor ini hanya akan membuat bos kecewa dan memandang rendah diri Anda. Lebih baik Anda merendah dan membiarkan bos berpikir bahwa ia yang berkuasa. Jangan gunakan daya tarik kecantikan fisik (apalagi seksual) untuk 'memaksa' atasan mengiyakan permintaan Anda. Hal ini hanya akan merugikan Anda ke depannya nanti. Percayalah!

'Menceramahi' atasan
Saat mengajukan permohonan naik gaji, Anda tak perlu membeberkan segala usaha dan upaya yang telah dilakukan sepanjang 2 tahun belakangan. Bos tak tertarik dengan 'ceramah' yang panjang lebar, sebaliknya berbicaralah sesedikit mungkin. Tanyakan pada atasan banyak pertanyaan sehingga Anda bisa tahu juga alasan mengapa gaji tidak naik. Jangan-jangan perusahaan sedang ada dalam kesulitan...[break]

"Ya atau tidak sih, Pak?"
Daripada melemparkan pertanyaan yang mengundang jawaban "ya'" atau "tidak", lebih baik Anda mengajukan pertanyaan: Siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana. Pertanyaan macam ini bisa memancing penjelasan ekstra dari atasan tentang kondisi Anda dan perusahaan.

Mikirin pengeluaran
Sekali lagi, jangan datangi atasan dengan beban pikiran tentang pengeluaran yang semakin besar. Jika Anda datang dalam keadaan tertekan, maka Anda akan menekan atasan pula. Jaga hati tetap netral dan fokus, kontrol diri sendiri sangat perlu agar negosiasi berjalan lancar.

Haus uang
Jika bos mendapati kesan bahwa yang Anda inginkan hanyalah uang, uang, dan uang, maka ia bisa berpikir bahwa Anda adalah pegawai yang egois dan tak pernah memikirkan kepentingan perusahaan. Dalam proses tawar-menawar kenaikan gaji yang ada, sebaiknya Anda juga menyelipkan 'janji-janji' prestasi yang akan Anda ukir dan tingkatkan untuk ke depannya nanti.

"Gaji saya saat ini hanya segini lho Pak"
Daripada mengeluhkan jumlah gaji dan posisi Anda saat ini, ada baiknya jika Anda mempromosikan diri sebagai seorang pekerja yang bisa memberikan solusi terbaik bagi pekerjaan.

Mengancam
Hal ini adalah hal terakhir yang pantas untuk Anda lakukan. Mengancam bos dengan alasan "akan resign bila gaji tak naik" hanya akan membuat Anda benar-benar ditendang keluar. Kendalikan diri saat berdiskusi, tetaplah bicara dengan nada yang lembut dan kata-kata yang sopan, sekalipun bos mungkin mulai marah.

Dalam meminta apa yang dirasa patut menjadi hak Anda, Anda memang tak perlu takut. Yang penting Anda tahu apa yang diminta, Anda tahu bahwa Anda berhak, dan Anda memintanya dengan cara yang sopan. Jika perusahaan menolak dan Anda merasa tak sanggup lagi untuk bertahan di sana, maka mungkin tempat itu yang tak pantas buat Anda. Selamat berjuang!

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/11/10-cara-sukses-untuk-minta-naik-gaji.html
Category: 0 komeentaar

Pria yang harus dihindari

http://3.bp.blogspot.com/_6ASaXcSmVgw/SzCxL_TNmPI/AAAAAAAAAFQ/2cQyEzqvBIY/s320/lazy-man-300x199.jpg
Umumnya perempuan mendambakan seorang pendamping hidup yang bisa ia andalkan dalam segala suasana, yang mengerti dirinya, yang bisa diajak bertukar pikiran, penuh kasih, setia, mendengarkan, dan masih banyak persyaratan yang diingini oleh para wanita. Ketika menyadari bahwa kriteria pria sempurna itu tak ada, sementara ia mendambakan seorang pria di sisi, alhasil, pria yang ada pun tak masalah. Hati-hati, nanti Anda menyesal. Hari gini, boleh dong pilih-pilih pasangan yang ingin Anda dampingi hingga akhir hayat? Berikut adalah kriteria pria yang sebaiknya dihindari:

Yang menyakiti Anda dan tak pernah benar-benar minta maaf
Hanya karena ia pernah mengatakan ingin menikahi Anda dan mendamba memiliki anak bersama Anda, bukan berarti ia merasa bersalah atas kesalahan-kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu kepada Anda. Entah itu dengan membohongi Anda, entah itu berselingkuh dari Anda, entah itu memukul Anda. Apa pun kesalahannya yang sebenarnya tak bisa lagi ditolerir, tetapi ia tak pernah benar-benar meminta maaf kepada Anda, maka Anda patut mengkaji ulang hubungan itu. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tak ada manusia yang sempurna, kan? Namun, akan lebih nyaman jika dalam berpasangan, kedua pihak bisa mawas diri dan tidak egois untuk mau meminta maaf kepada pasangannya. Menyimpan dendam di dalam kehidupan bersama pasangan tidakkah akan menyakitkan dan mengeruk kenyamanan yang Anda dan dia miliki?

Si peselingkuh
Ada yang bilang, sekali berselingkuh, ia akan selingkuh lagi. Memang, hal seperti ini tak selalu benar. Misalkan, ketika ia pernah berselingkuh dari Anda (mungkin berkali-kali), tetapi demi anak-anak, Anda mempertahankan pernikahan, sementara perasaan ketidakpercaryaan Anda padanya masih tetap ada, hm, apa Anda merasa nyaman menjalani pernikahan semacam itu?

Orang yang selalu ingin diutamakan
Bagian terbesar (dan mungkin tersulit) dari menjalin hubungan dan pernikahan adalah kesediaan untuk menaruh diri di tempat kedua dan mendahulukan kepentingan si dia. Namun, pria yang merasa harus selalu didahulukan kepentingannya setiap saat, setiap waktu, setiap kesempatan tanpa mau memikirkan kepentingan Anda, sebaiknya dikesampingkan saja. Sebuah hubungan suami-istri kan terdiri dari dua pihak, tak mungkin kan Anda terus yang menjadi babysitter-nya?

Penipu kelas kakap
Saat ini, penipuan sangat marak terjadi di mana-mana. Belum lagi tipe-tipe penjahat kerah putih yang sudah ada di mana-mana. Ingat mantan kekasih Anne Hathaway yang ternyata penipu? Hm, jika Anda melihat atau mendengar gelagat bahwa si dia adalah tipe penipu, sebaiknya pikirkan lagi hubungan Anda. Ia bisa saja meyakinkan Anda bahwa ia tidak akan pernah menipu Anda, tetapi, pikirkan betapa was-wasnya hidup Anda dihantui rasa takut akan ketahuan dan si dia terancam dipenjara akibat penipuannya?

Workaholic berat
Pria yang ambisius dan berdedikasi dengan pekerjaannya memang sangat mengagumkan. Tetapi bekerja setiap hari, bahkan kadang waktu untuk Anda hanya terselip di waktu makan siang saja, wah, repot juga, ya? Mungkin hal ini masih bisa dimaklumi di awal-awal masa ia mendirikan perusahaannya sendiri, karena hanya itu cara untuk maju. Tetapi, jika ia lebih mencintai pekerjaan dan teman-temannya ketimbang bersama Anda, kelihatannya ia akan lebih setia kepada pekerjaannya ketimbang kepada Anda. Tak enak, kan, memiliki status bahwa Anda pasangan seseorang tetapi ia tak pernah ada untuk bersama Anda?

Super pemalas
Anda bisa saja mendamba menjadi seorang wanita karier dan memiliki suami yang mengurus rumah. Namun, hal ini akan butuh kesepakatan bersama. Tentu suatu saat akan jengah ketika Anda baru saja pulang dari hari yang melelahkan, tetapi Anda menemukan suami bermalas-malasan di rumah, dan membiarkan rumah dalam keadaan berantakan, bau, dan tak beraturan.

Tak bisa diandalkan
Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Anda bisa saja membayangkan segalanya akan berjalan dengan lancar dan aman. Karena itu ada kata-kata dalam perjanjian pernikahan bahwa Anda akan menjaga si dia dengan sungguh-sungguh dalam segala keadaan, baik senang maupun sedih, sehat dan sakit, dan lain-lainnya. Namun, jika di masa pacaran saja, ketika ada masalah di antara Anda, atau ada masalah dengan keluarga atau lainnya, lalu tiba-tiba, si dia menghilang, tak bisa dimintai pertolongan, atau malah jadi rentan, wah, repot juga. Bagaimana jika Anda berada dalam suatu keadaan yang genting dan butuh pertolongan, lalu tiba-tiba ia tidak bisa membantu?

Sekali lagi, memang, tak ada manusia yang sempurna, tetapi akan menyenangkan jika kita memiliki pasangan yang mau terus belajar dan berkembang bersama kita dalam semua aspek kehidupan, sebagai partner hidup, yang ada di sisi kita, bukan sebagai orang yang berjalan di depan atau di belakang kita, kan?

Category: 0 komeentaar
waktu yang kamu buang buat blog ini: seconds!

Flag Counter

free counters

Stat Counter


View My Stats

counter